Al-Qur'an menggambarkan dua sosok manusia tegar dalam mengemban titah Tuhannya. Betapa tidak, Ibrahim as sebagai ayah harus merelakan buah hatinya, Ismail as untuk disembelih. Ismail as belum lagi dewasa. Para mufasir menyebutkan usianya barumenginjak 13 tahun. Apa boleh dikata, inia adalah perintah yang harus dilaksanakan walaupun terkesan tidak masuk akal. Keduanya hanya bisa pasrah dan tawakal.
Ada beberapa pelajaran berharga yang dapat kita peroleh dari dialog robbani singkat diatas. Pertama, sosok Ibrahim as sebagai ayah yang
dialogis. Lihatlah betapa bijaknya seorang ayah meminta pendapat anaknya sebelum merealisasikan mimpi itu. Sebab, mimpi nabi merupaan wahyu Tuhan. Nabi mulia ini menempuh jalan dialog terlebih dahulu.
Nabi Ibrahim terlihat sangat akrab dengan Ismail. Tergambar bahwa Ibrahim paham dunia anaknya. Beliau tidak ingin merusak keakraban itu sehingga pesan Allah tetap disampaikan tanpa paksaan.
Ayah yang baik adalah ayah yang
