Saturday, October 19, 2013

Meneladani Ibrahim dan Ismail

Maka tatala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata : "Hai anaku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu." Ia menjawab : "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar," (QS As-Shoffat: 102).
           
Al-Qur'an menggambarkan dua sosok manusia tegar dalam mengemban titah Tuhannya. Betapa tidak, Ibrahim as sebagai ayah harus merelakan buah hatinya, Ismail as untuk disembelih. Ismail as belum lagi dewasa. Para mufasir menyebutkan usianya barumenginjak 13 tahun. Apa boleh dikata, inia adalah perintah yang harus dilaksanakan walaupun terkesan tidak masuk akal. Keduanya hanya bisa pasrah dan tawakal.

Ada beberapa pelajaran berharga yang dapat kita peroleh dari dialog robbani singkat diatas. Pertama, sosok Ibrahim as sebagai ayah yang
dialogis. Lihatlah betapa bijaknya seorang ayah meminta pendapat anaknya sebelum merealisasikan mimpi itu. Sebab, mimpi nabi merupaan wahyu Tuhan. Nabi mulia ini menempuh jalan dialog terlebih dahulu.

Nabi Ibrahim terlihat sangat akrab dengan Ismail. Tergambar bahwa Ibrahim paham dunia anaknya. Beliau tidak ingin merusak keakraban itu sehingga pesan Allah tetap disampaikan tanpa paksaan.

Ayah yang baik adalah ayah yang

Sunday, July 14, 2013

hidup

 subsistem keteraturan sebuah desain Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan,mesterius,fantastis,dan sporadis,namun setiap elemennya adalah sistem keteraturan sebuah desain holistik yang sempurna. menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan, ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan'.

sekolahku


Sejatinya fungsi sekolah adalah;'bukan seberapa cerdas anda,melainkan bagaimana anda menjadi cerdas' (Howard Gardner)

Copyright @ 2013 Life is a Struggle..